Siraman Rohani Islam: Andaikan...

Friday, May 27, 2011

Siraman Rohani Islam


Tentunya cerita berikut adalah bagi saya pribadi khususnya dan bagi sobat muslim sekalian umumnya:

Maka tersebutlah kisah pada zaman Rasulullah Muhammad Salallahu'alaihi wasallam. Bahwasanya ada seorang wanita menghadap Rasulullah untuk bertanya soal keanehan pada saat detik-detik sakaratul maut dari kematian suaminya.

Sang Istri tersebut menceritakan perihal pertanda apa yang ditunjukkan oleh suaminya tersebut:
Ya Rasulullah pada saat menjelang ajal, suami saya berkata sesuatu yang aneh dan tidak kami mengerti, dia berkata "Andaikan lebih jauh lagi", kemudian dia berkata lagi "Andaikan yang baru", dan kami bertanya "apa maksudmu?", dan dijawabnya lagi "Andaikan semuanya saja", dan kami sama sekali tidak mengerti apa maksud dari semuanya.

"Andaikan lebih jauh lagi"
"Andaikan yang baru"
"Andaikan semuanya saja"

Setelah mendengar apa yang diceritakan oleh wanita tersebut, maka Rasulullah terdiam sejenak dan tiba-tiba tersenyum. Perlu kita ketahui senyum Rasulullah adalah pertanda baik, karena Rasulullah tidak senyum terhadap sesuatu yang buruk. Beda sama kita yang sering kali senyum dan tertawa melihat sesuatu yang buruk. 

Kemudian Rasulullah berkata:
Pada saat suamimu sakaratul maut, Allah Swt. telah menunjukkan padanya kebaikan yang telah ia lakukan pada waktu sehat. Ingatkah kamu pada saat suami menolong seorang seorang laki-laki buta yang ingin pergi ke Masjid, dia memandunya hingga si buta tersebut sampai ke Masjid. Allah Swt. memperlihatkan kebaikan yang telah dia lakukan tersebut, maka dia pun berkata "Andaikan lebih jauh lagi". Maksud "Andaikan lebih jauh lagi" adalah seandainya Masjid lebih jauh lagi maka lebih lama juga dia menolong si Buta tersebut dan lebih banyak pula pahala yang diperoleh.

Kemudian maksud dari perkataan "Andaikan yang baru" oleh suamimu, pada saat itu Allah Swt. memperlihatkannya kebaikan yang juga telah dia perbuat pada waktu hidup. Ingatkah kamu pada saat suamimu keluar rumah. Pada saat itu dia memakai mantelnya yang lama dan tidak ingin memakai mantelnya yang baru. Namun pada saat di jalan, dia menemukan seorang pria yang kedinginan sekali dan boleh dikatakan hampir mati kedinginan. Kemudian suamimu memberikan dan memakaikan mantel miliknya tersebut kepada laki-laki tersebut. Melihat kebaikan yang telah diperlihatkan Allah Swt. tersebut, maka diapun berkata "Andaikan yang baru". Maksudnya andaikan mantel yang diberikannya tersebut yang baru saja, maka pahala yang diperolehnya tersebut tentu akan lebih banyak lagi.


Dan yang terakhir, ingatkah kamu ketika suamimu kelaparan dan dia cuma punya 1 buah roti yang berisi daging, tetapi tiba-tiba mendengar ada yang mengetuk pintu, dan bergegaslah sumimu keluar dan menemukan seorang miskin dan musafir yang kelaparan dan meminta makanan. Maka suamimu dengan ikhlas membagi makanan tersebut separo. Dengan diperlihatkannya kebaikannya tersebut oleh Allah Swt. maka dia pun berkata "Andaikan semuanya saja". Andaikan semuanya saja roti tersebut diberikan maka pahalanya tentu lebih besar.

Maka pelajaran apa yang dapat diperoleh dari cerita tersebut?

Terlepas dari dari mana sumber cerita tersebut, namun yang terpenting apa hikmah yang dapat diambil, bahwasanya nanti kalau kita sudah mendekati ajal baru kita ingat kebaikan apa saja yang telah kita lakukan. Pada cerita di atas, bahkan si suami yang telah berbuat baik pun masih ada rasa penyesalan kenapa berbuat baik cuma "segitu" saja. Lalu bagaimana kah dengan kita yang tidak pernah berbuat baik? Tidak terbayang seperti apa penyesalan yang akan menimpa kita pada saat ajal menjelang nanti.

Maka dari itu, berbuat baiklah sebanyak mungkin sewaktu masih bisa. Dalam riwayat juga diceritakan bahwa pernah suatu hamba yang sudah sekarat meminta kepada Allah, "Yaa Allah berilah aku waktu sebentar saja untuk bisa bersedekah yang banyak". Dan Allah Swt. menjawab, "Ajalmu tidak akan bisa ditunda-tunda lagi".

Berbuat baiklah sewaktu masih sempat.

Begitulah hasil khotbat Jum'at tadi siang yang dapat saya petik. Walaupun cerita ini saya susun dengan kata-kata saya sendiri, namun begitulah inti dari cerita dalam khotbah yang dapat saya tangkap. Maaf kalau saya lupa darimana sumber cerita ini. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya... Amiin...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

8 komentar:

Ladida Cafe said...

selama hayat masih dikandung badan, harus dimanfaatkan . .
kita di dunia ini cuma buat nyari bekal utk di sana :)

thanks sob buat artikelnya . .

Pradisz Wardhana said...

Subhanallah.. :)

Catatan si Boy said...

@Ladida cafe: setuju.. Thanks juga sudah mampir.. :)

Catatan si Boy said...

@Pradiz: Alhamdulilla wallahuakbar... :)

Karyaku UMY said...

Subhnalloh,dapet ilmu lgi nih, terimkasih sobt
slam knal dri blogger UMY

Catatan si Boy said...

@Karyaku UMY: sama-sama sobat.. saling berbagi.. slam kenal..:)

Yudi Yunior said...

Alhamdulillah, ternyata aku masih punya sahabat seperti dirimu kawan, semoga senantiasa rohani kita tersiram oleh nikmatNya, amin.

Catatan si Boy said...

@Yudi Yunior: Amiiin sahabat.. :)

Post a Comment

 
© Copyright 2010-2011 Catatan si Boy All Rights Reserved.
Template Design by HZ | Modified by Catatan si Boy | Powered by Blogger.com.